Iklan

28 Agustus 2012

4 Persoalan Rumah Tangga Tabu Dibicarakan

 



"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, berkatalah yang baik, atau diam", demikian sabda Nabi yang tentunya hal ini sangat bermanfaat dalam menjalani kehidupan, termasuk dalam urusan rumah tangga. Sebab, tidak mudah menyimpan rahasia, apalagi sebuah aib. Sesungguhnya aib manusia telah disimpan rapat-rapat oleh Allah. Tapi, karena kebodohan manusia, justru ia sendiri yang membuka aib dan membeberkannya kepada orang lain.

Saat kumpul bersama teman, segala hal pasti menarik untuk dibicarakan. Mulai dari kerjaan di kantor sampai kehidupan pribadi. Saat berbincang seru, ada batasan yang perlu Anda perhatikan. Dan yang paling krusial adalah topik tentang rumah tangga. Demi keutuhan keluarga dan menjaga hubungan baik antar teman, jangan pernah membicarakan empat hal ini dalam pernikahan kepada teman-teman Anda, seperti dilansir The Nest.

1. Perilaku Buruk Suami


Kesal dengan perlakuan buruk suami yang suka berkata kasar, membentak bahkan tak segan bermain tangan sangatlah wajar. Tapi bukan berarti Anda bisa melampiaskan kekesalan dengan curhat ke semua orang. Sedikit komplain tentang permasalahan rumah tangga boleh saja. Namun jangan sampai Anda menempelkan stereotipe yang meyakinkan teman atau sahabat bahwa suami Anda buruk karena imej itu akan 'terpatri' di pikiran mereka seterusnya.

Ketika hubungan Anda dan suami membaik dan masing-masing sudah melupakan masalah yang lalu, tidak begitu dengan teman-teman Anda. Mereka bisa saja 'melaporkan' masalah rumah tangga Anda ke orang lain dan bisa menimbulkan persoalan baru dalam rumah tangga. Jadi saat tertimpa masalah, sebisa mungkin selesaikan sendiri atau konsultasi dengan psikolog. Kalaupun merasa harus mengeluarkan uneg-uneg, pilih orang terdekat atau sahabat yang Anda percaya.

2. Penghasilan Suami


Bukan hal yang etis untuk membicarakan urusan dapur rumah tangga ke orang lain, termasuk penghasilan suami per bulannya. Sebesar atau sekecil apapun gaji suami, tetap jaga menjadi rahasia Anda berdua saja. Bisa jadi bukan pujian (jika gaji besar) atau rasa iba (jika bergaji kecil) yang Anda dapat, tapi justru cemoohan.

Misalnya saja jika suami bergaji besar, Anda mungkin akan dianggap sedang pamer kekayaan. Sebaliknya bila curhat betapa kecilnya gaji suami sehingga keluarga harus hidup pas-pasan, Anda akan dianggap tukang mengeluh. Jagalah keseimbangan hubungan pertemanan Anda dengan tidak mendiskusikan masalah finansial di area publik.

3. Kehidupan Seks


Memang sangat menggoda untuk berbagi urusan ranjang Anda dengan teman. Bagaimana pengalaman malam pertama? Apa posisi bercinta favorit suami? atau berapa besar ukuran penis pasangan? Boleh saja membicarakan seks dengan sesama teman wanita, tapi batasi hanya pada hal-hal umum saja, tak perlu menceritakan secara detail, misalnya perilaku seks aneh Anda dan suami atau masalah seks seperti ejakulasi dini dan disfungsi seksual. Anda tentunya tak mau rahasia seks yang seharusnya sangat pribadi menjadi bahan gunjingan orang lain, meskipun itu dalam lingkup pertemanan sendiri.

4. Utang


Hampir setiap pasangan menikah memiliki utang, baik itu kredit pemilikan rumah, mobil, motor, dan sebagainya. Terikat dengan kewajiban untuk melunasi utang tak jarang membuat pusing bahkan frustasi, tapi usahakan sebisa mungkin tidak membawa masalah ini ke permukaan, apalagi sampai diketahui orang lain. Jika Anda selalu komplain dengan banyaknya utang, bisa saja teman-teman justru menjauhi Anda karena takut diminta meminjamkan uang atau menganggap Anda orang yang punya banyak masalah keuangan. Padahal, Anda hanya ingin mengutarakan kegalauan hati. Jangan pernah memberi orang lain kesempatan untuk menghakimi Anda maupun keluarga.

Mukhatab tulisan ini memang tertuju kepada kaum isteri, tapi esensinya juga untuk kaum suami. Karena itu, kedua belah pihak (suami-isteri) sebaiknya menyembunyikan rahasia keluarga yang bersifat tabu dibicarakan, baik kepada teman atau media online. Silahkan bermusyawarah, tapi ada hal-hal yang pantang untuk dikeluhkan kepada orang lain, terlebih lagi, bila orang lain itu sudah jelas-jelas tak bisa membantu kita.

Tidak ada komentar:
Tulis komentar