Iklan

4 Desember 2012

Strategi Pembelajaran Qawaid

 



Pembelajaran qawa’id dalam beberapa lembaga pendidikan seringkali dipisahkan menjadi dua, yaitu pembelajaran nahwu dan sharaf. Keduanya memiliki karakteristik materi yang berbeda. Dengan demikian, jika keduanya berdiri sendiri, maka strategi pembelajarannya tentu akan berbeda pula. Dalam tulisan ini, pembelajaran qawa’id yang ditawarkan tidak memisahkan antara nahwu dan sharaf, artinya materi yang disampaikan mencakup kedua ketrampilan tersebut. Di samping itu strategi pembelajaran qawa’id di sini lebih menekankan pada qawa’id tathbiqiyah (terapan).

Beberapa strategi yang dapat digunakan adalah:

1. Strategi 1 (The Power of Two)

Strategi ini menggunakan pendekatan kerjasama antara dua orang yang biasa disebut dengan the power of two. Pada dasarnya strategi ini dapat digunakan untuk mengajarkan berbagai macam ketrampilan bahasa termasuk pembelajaran qawaid. Sebagai contoh, tujuan yang ingin dicapai adalah siswa mampu membedakan antara isim, fi’il, dan huruf.

Langkah-langkahnya adalah:
  • Siapkan kertas latihan. Model yang digunakan dapat berupa bacaan yang di dalamnya terdapat kata-kata yang ingin dipelajari. Latihan juga dapat berupa daftar kata-kata yang merupakan campuran dari ketiga jenis kata tersebut.
  • Mintalah masing-masing siswa untuk mengerjakan latihan tersebut (misalnya melakukan kategorisasi terhadap tiga macam kata tersebut).
  • Mintalah siswa untuk berkelompok dua-dua dan mendiskusikan hasil kerja masing-masing.
  • Mintalah masing-masing kelompok untuk menyampaikan (presentasi) hasil kerja mereka.
  • Berikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan komentar atau pertanyaan.
  • Berikan klarifikasi terhadap hasil kerja kelompok tersebut agar tidak terjadi kesalahan.

2. Strategi 2 (Small Group Presentation)

Secara prinsip, langkah-langkah strategi ini sama dengan yang sudah dijelaskan di atas. Strategi ini dapat digunakan untuk mengajarkan ketrampilan qawa’id. Misalnya untuk latihan menyusun kalimat dengan bentuk yang sudah ditentukan, seperti membuat jumlah ismiyah atau jumlah fi’liyah.

Langkah-langkahnya adalah:
  • Siapkan kertas yang berisi potongan-potongan kata. Misalnya berisi kata benda (untuk membuat jumlah ismiyah) atau kata kerja (untuk membuat jumlah fi’liyah).
  • Bagilah siswa dalam kelompok-kelompok kecil (3-5 orang).
  • Mintalah masing-masing kelompok menuliskan kalimat yang disusun dari kata-kata tersebut.
  • Mintalah masing-masing kelompok untuk menyampaikan hasilnya (presentasi) di depan kelas.
  • Berikan kesempatan kepada kelompok lain untuk memberikan komentar atau pertanyaan.
  • Berikan klarifikasi terhadap kerja kelompok tersebut dengan memberikan tambahan penjelasan tentang struktur kalimat yang telah mereka pelajari.

3. Strategi 3 (Chart Short)

Sesuai dengan namanya, strategi ini menggunakan media kartu (kertas yang dipotong-potong). Ukuran dari kartu tersebut dapat disesuaikan dengan materi yang akan dipelajari. Tujuan dari strategi ini adalah untuk menyusun kartu-kartu tersebut sesuai dengan isinya. Model ini juga dapat digunakan untuk melakukan analisis kalimat dari segi strukturnya. Contoh berikut adalah untuk menganalisis kalimat.

Langkah-langkahnya adalah:
  • Siapkan kertas yang telah ditulisan dengan kalimat dengan struktur yang berbeda-beda. Dalam hal ini sebaiknya diusahakan agar kalimat yang memiliki struktur sama dituliskan lebih dari satu kartu agar siswa dapat berkelompok sesuai dengan jenis kartunya.
  • Bagikan kartu-kartu tersebut kepada para siswa secara acak.
  • Mintalah masing-masing siswa berkelompok sesuai dengan kategori kalimat yang ada dalam kartu masing-masing.
  • Mintalah masing-masing kelompok menuliskan kalimat-kalimat yang serupa tersebut dalam kertas plano/transparansi.
  • Mintalah masing-masing kelompok menyampaikan hasilnya (presentasi) di depan kelas.
  • Berikan kesempatan kelompok lain untuk memberikan komentar atau pertanyaan.
  • Berikan klarifikasi secara menyeluruh dari hasil kerja kelompok tersebut.
Demikian beberapa strategi pembelajaran qawaid (nahwu-sharaf). Meski ilmu qawaid ditengarai sulit dipelajari, tapi dengan strategi yang baik dan terstruktur, lalu ditambah semangat tinggi untuk memintarkan peserta didik,  maka tidak ada yang tak mungkin. Buatlah belajar Qawaid menjadi menyenangkan.

Tidak ada komentar:
Tulis komentar