Iklan

28 Maret 2016

Pertemuan Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) se-Jawa Timur

 


Ahad, 27 Maret 2016, bertempat di Aula Kantor PCNU Kota Malang, PW LTN NU bersama PC LTN NU se-Jawa Timur bersilaturrahim dalam acara yang dikemas dengan Sarasehan LTN NU se-Jatim. Acara ini merupakan kegiatan Turba PW LTN NU ke kantor PC LTN NU secara maraton yang diawali dengan PC PTN NU Kota Malang sebagai Tuan Rumah pertama.

Dalam sarasehan ini, dibahas berbagai hal seputar penerbitan, publikasi dan berbagai tantangan yang dihadapi NU dan Islam Ahlussunnah Wal Jamaah di Indonesia, terutama gerakan atau aliran yang mengancam keutuhan NKRI. Aliran yang ingin mengobok-obok umat Islam di Indonesia telah menyebar di berbagai elemen. Berbagai cara dan media digunakan untuk menyerabut akar-akar budaya Islam di Indonesia. Salah satu media yang digunakan sebagai propaganda adalah media online. Hampir tiap menit muncul tulisan di media online atau medsos yang isinya merusak generasi muda Islam, melunturkan akidah Ahlussunnah Wal Jamaah, menodai Islam yang moderat.

Oleh sebab itu, diperlukan gerakan massif untuk mengontrol dan mengawasi pola pikir aliran Trans-Nasional, aliran impor dari luar negeri yang tujuannya adalah merusak NKRI dan persatuan umat Islam di Indonesia yang mayoritas berakidah Ahlussunnah Wal Jammah.



Melihat tantangan tersebut, Pertemuan Lembaga Ta'lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) se-Jawa Timur ini pada akhirnya mendeklarasikan 3 hal penting.

  1. Mendukung pemerintah dalam revisi UU No.15 Tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme untuk menindak tegas organisasi atau kelompok yg anti NKRI dan Pancasila.
  2. Menolak politisasi agama atau menjadikan agama sbg alat propaganda utk kepentingan politik.
  3. LTNNU Jatim mendeklarasikan berdirinya Nusantara Media Watch (SAMAWAT), lembaga yang fokus dalam memantau media dari pelanggaran, penyimpangan dan penyalahgunaan.
Dengan deklarasi tersebut, LTN NU se-Jatim bertekad menjadi benteng NKRI dan NU dari segala hal yang mengancam keutuhan NKRI dan Akidah Ahlussunnah Wal Jamaah di Indonesia.

1 komentar:
Tulis komentar