29 Januari 2012

Butuh Dana Cash?

 


Anda butuh dana cash? Proses cepat, Kurang dari 24 Jam, Jaminan Ringan, Bunga Terjangkau? Hubungi........

Selebaran yang memuat iklan seperti di atas, sudah banyak ditemukan di berbagai tempat. Ada yang ditempelkan di pohon, jembatan, dalam baliho, dibagi-bagikan di perempatan jalan, di pasar, dan sebagainya. Bagaikan "Dewa Penyelamat", iklan-iklan itu seakan membantu kesulitan masyarakat di tengah himpitan ekonomi. Akan tetapi, disadari atau tidak, pada akhirnya iklan itu adalah bisnis. Bisnis berarti mencari keuntungan. Keuntungan dibalik slogan bantuan dan pinjaman.

Jika dipikir-pikir, kata seorang teman, kok ada ya pihak-pihak yang berbaik hati memberikan pertolongan atau bantuan keuangan, padahal semua orang tahu bahwa keadaan ekonomi saat ini sedang pas-pasan, bahkan banyak yang kekurangan? Selain itu, orang yang jujur, baik hati, kaya dan dermawan di zaman sekarang ini juga langka.

Nah, apakah lembaga atau pihak yang menawarkan bantuan itu termasuk pihak yang langka dan baik hati itu? Ataukah sebaliknya, dia adalah pihak rentenir yang berselubung di balik "bantuan atau pinjaman", tapi sebenarnya membisniskan uang melalui hutang-piutang.

Bolehkah akad hutang-piutang dalam Islam? Jawabnya, jelas boleh. Islam sebagai agama universal juga mengatur hubungan transaksional antar sesama manusia. Bisa melalui jual-beli, hutang-piutang, jaminan, pesanan dan sebagainya. Tapi, syarat yang terpenting adalah bersih dari riba.

Keberadaan para pebisnis uang (baca: rentenir) itu, bagi masyarakat yang kurang mampu apalagi yang sedang dihimpit kesulitan, jelas dipandang sebagai alternatif yang tepat. Dengan memberikan seperangkat jaminan berupa surat-surat berharga seperti BPKB, Sertifikat Rumah, dan sebagainya, seseorang sudah pulang membawa segepok uang yang ia perlukan. Entah untuk modal kerja, biaya hidup, atau malah untuk menutup hutang lain alias gali lobang tutup lobang.

Praktik riba yang dilarang agama, sudah bisa dipastikan akan mendatangkan kerugian. Mesti ada pihak yang menang dan kalah dalam transaksi ribawi itu. Bukan hanya kerugian secara finansial karena harus membayar bunga, tapi yang lebih daripada itu adalah kerugian spiritual. Inilah sesungguhnya yang lebih berbahaya.

Bagi pemilik modal yang merentenkan uangnya dengan dalih pinjaman, sama saja berarti menebarkan keharaman. Ia jelas menjadi fasilitator bahkan produser bisnis yang berbasis riba yang pada hakikatnya rapuh. Bisa saja uang kredit yang dipinjamkan itu menjadi modal bagi pelaku usaha yang lalu memberi keuntungan. Tapi sekali lagi, memberi pinjaman dengan keharusan membayar riba sama saja dengan mencekik kawan yang sedang terbelit kesulitan.

Bahkan, ketika uang pinjaman itu telah diterima oleh seorang nasabah, maka pada saat itu pula, sebenarnya si nasabah itu telah menjadi karyawan bagi si pemberi hutang. Ia akan bekerja untuk membayar hutangnya plus bunganya juga.

Dengan kata lain, iklan-iklan penyedia pinjaman modal itu sebenarnya mencari karyawan atau pekerja keras yang siap membayar bunga atau menghasilkan keuntungan bagi mereka. Padahal, ketika seseorang berbisnis dengan modal hasil pinjaman, ia belum tentu untung terus. Sementara besaran bunga yang harus ia bayar, nominalnya pasti, tidak boleh terlambat bayar dan dikenakan denda meski hanya terlambat sehari. Benar-benar kejam bukan?

Bagaimana jika si penerima pinjaman itu rela, mengaku ikhlas, bersedia membayar bunga sebesar ketentuan yang disepakati dan sama sekali tidak keberatan asalkan dapat uang?

Hati nurani tak dapat dipungkiri. Boleh jadi, saat ia kesulitan, sedang butuh uang, ia tidak bisa berpikir sehat. Yang ada cuma nekat. Tapi, tak sadarkah dia bahwa pada saatnya nanti, pasti di dalam hatinya merasa "nelongso dan ngersulo", merasa berat dengan bunga, merasa diperlakukan tidak adil, merasa dirugikan, dan seterusnya.

Inilah yang dimaksud dengan kerugikan spiritual itu. Yakni, kondisi dimana jiwa kita telah dibutakan dalam melihat mana yang halal dan mana yang haram, mana yang menguntungkan dan mana yang merugikan, mana yang hak dan mana yang batil. Dan, Islam telah mengatur sebuah hukum muamalat agar transaksi antar sesama manusia berlangsung adil dan tidak merugikan pihak lain.

Iklan-iklan beraroma riba yang membungkus bisnis renten dengan slogan pinjaman dan bantuan, pada hakikatnya adalah ajakan untuk meraih mimpi kosong yang merugikan, bukan hanya secara finansial, tapi juga dalam aspek spiritual.

4 komentar:
Tulis komentar
  1. Apakah Anda membutuhkan pinjaman untuk membayar hutang Anda?
    Anda membutuhkan pinjaman untuk memulai bisnis,
    pinjaman untuk membayar tagihan,
    Kami hadir untuk memberikan pinjaman dengan jumlah berapa pun, hubungi kami melalui alamat perusahaan:
    Guaranteetrust.loanfirm@hotmail.com

    BalasHapus
  2. Apakah Anda mencari sumber keuangan dengan tingkat bunga 2% untuk apartemen baru, konstruksi,
    Refinance,
    Konsolidasi hutang, tujuan pribadi atau bisnis? Skala kecil atau besar? ini adalah
    buka kesempatan kami menawarkan semua jenis pinjaman
    * Jumlah maksimum yang kami pinjam adalah 500.000.000,00 untuk semua mata uang
    Mata uang: untuk informasi lebih lanjut

    Hubungi kami melalui email: ..
    legitloanfirm322@GMAIL.COM
    globalfinance334@gmail.com
    whatsapp .. + 2348151313669

    BalasHapus
  3. Jangan gunakan semua Pemberi Pinjaman Uang Pribadi ini. Mereka berada di, Ghana Turki, Prancis dan Israel.

    Nama saya adalah Mrs.Amisha, saya berasal dari Filipina. Apakah Anda mencari pinjaman?
    Apakah Anda memerlukan pinjaman pribadi atau bisnis yang mendesak?

    Hubungi Persetujuan Pinjaman Cepat yang Sahir dia membantu saya dengan pinjaman sebesar $75000 beberapa hari yang lalu setelah mendapat scammed $12000 dari seorang wanita yang mengaku sebagai pemberi pinjaman dari france tapi saya bersyukur kepada Tuhan hari ini bahwa saya mendapatkan pinjaman saya senilai $75000.Feel bebas untuk menghubungi perusahaan tersebut untuk mendapatkan uang asli. Email: (Suzaninvestment@gmail.com

    BalasHapus
  4. Nama saya Bakti Novita, saya berasal dari Bekasi sebuah kota di Jawa Barat, Indonesia, yang terletak di perbatasan timur Jakarta di dalam wilayah metropolitan Jakarta, beberapa bulan yang lalu saya tersedot ke dalam situasi keuangan yang buruk dan saya membutuhkan pinjaman mendesak untuk membayar tagihan dan kembali ke kaki saya secara finansial karena situasi keuangan saya saat ini bahwa bank saya menolak memberi saya pinjaman, dia pergi dengan opsi lain untuk mencari pinjaman tanpa jaminan secara online, saya adalah korban penipuan dalam proses penelitian saya , dan saya kehilangan hampir EUR 1500 dan saya dalam kesulitan dan saya hampir berharap untuk mendapatkan pinjaman sampai saya menemukan pos online, postingan itu dibagikan kesaksian oleh Ratu Jamillah dari Surabaya, yang menunjukkan bagaimana dia menerima pinjaman sebesar € 50.000 dari KREDIT UNION DAYA LESTARI / ISKANDAR PINJAMAN LESTARI. setelah membaca posting, saya memutuskan untuk menghubungi Ibu Iskandar melalui email yang dibagikan di pos, permintaan tanpa jaminan saya untuk pinjaman sebesar EUR 350.000 disetujui dalam waktu 72 jam dari permintaan saya dan pinjaman saya dibayarkan ke rekening bank saya tanpa kelalaian apa pun. Saya ingin menyampaikan penghargaan saya yang dalam dan saya juga merekomendasikan agar pemohon pinjaman sangat waspada karena ada banyak penipu yang tujuan utamanya adalah untuk mendorong peminjam yang tidak bersalah, jadi Anda harus berhati-hati dan waspada. bagi mereka yang membutuhkan pinjaman yang nyata dan dapat dipercaya sebagai penerima manfaat, saya merekomendasikan KREDIT UNION DAYA LESTARI / ISKANDAR LESTARI, Anda dapat menghubungi mereka melalui info kontak berikut.


    BBM INVITE: {D8980E0B}
    WhatsApp Only :: {+ 33753893351}
    e-mail: {iskandalestari.kreditpersatuan@gmail.com}

    BalasHapus