Iklan

5 Oktober 2012

Lembur Masjid

 



Tidak sampai sebulan sejak peletakan batu pertama, 9 September 2012 hingga hari ini, seluruh tiang masjid sebanyak 31 pilar telah berdiri kokoh. Demikian pula dengan pondasi berkedalaman 1.5 meter lebih juga telah selesai. Sungguh, ini di luar dugaan!

Begitu cepat pengerjaannya dan rapi hasilnya sesuai desain arsitektur. Karena itu, tidak sedikit masyarakat yang berdecak kagum akan prestasi ini. Mengingat, tidak mudah memulai tahap awal pembangunan konstruksi bangunan, terlebih lagi lokasi masjid yang berada di dalam kampung.

Capaian ini tidak lepas dari kerja keras dan tekad seluruh jamaah, terutama para pemuda di kampung Gang Muris Kotalama Malang. Sejak awal pemugaran hingga hari ini, bisa dikatakan, mereka bekerja non-stop. Pagi hingga sore membantu kerja tukang, lalu selepas shalat Isyak hingga tengah malam, mereka meneruskan kembali kerja bakti tanpa kenal lelah.

Apapun dikerahkan demi masjid tercinta, mulai dari tenaga, pikiran, biaya hingga waktu. Peralatan yang dimiliki, mereka sumbangkan untuk membantu percepatan pengerjaan bangunan, mulai dari molen, gergaji, palu, pacul, sekrap dan sebagainya hingga mesin untuk meratakan tanah.

Bila malam telah tiba, para pemuda dan warga di sekitar masjid bekerja lembur agar pekerjaan tukang esok hari lebih ringan dan program pembangunan menjadi lebih cepat. Menariknya lagi, itu semua dikerjakan dengan tulus ikhlas. Hampir di setiap kesempatan, bila mereka bertemu dan berkumpul, maka yang dibahas adalah pembangunan masjid dan masjid.

Tentu saja, hal ini sangat menggembirakan dan membuktikan adanya kepedulian yang tinggi pada setiap warga, semuanya tanpa terkecuali. Pasti, yang mereka berharap kemaslahatan masjid meski tentu saja ada perbedaan pendapat. Namun, perbedaan ini masih wajar dan masih dalam batas-batas kemaslahatan. Sebab, adanya opini adalah bukti sebuah kepedulian.

Kini, kembali terbukti bahwa pemuda dan warga di lingkungan Masjid Muritsul Jannah adalah sosok yang bukan hanya peduli, namun juga memiliki talenta tersendiri yang bila dioptimalkan akan dapat membuahkan hasil maksimal.

Salah satu contohnya, di antara mereka yang ahli di bidang elektronik dan listrik, membantu instalasi listrik dan sound system sesuai kapasitasnya. Yang biasa bekerja di bidang bangunan, maka dengan tenaga serta keahliannya, mereka gunakan untuk memecah batu, menggali pondasi, melakukan pengecoran dan sebagainya. Ada pula yang bisa mengoperasikan las listrik, mesin perata tanah, dan alat-alat bangunan lainnya.

Selain itu, mereka yang memiliki koneksi dan teman, juga dihubungi untuk membantu penggalian dana dan bantuan bahan material. Mereka yang di bidang birokrasi, juga bergerak di relnya dengan mengerahkan segala kemampuan.

Itu artinya, jika semua pihak telah berusaha maksimal sesuai kemampuannya dan dalam kapasitas yang dimiliki, maka tidak lama lagi, masjid masa depan yang dicita-citakan akan segera terwujud. Tapi, sekali lagi, cita-cita ini bisa terlaksana dengan 3 syarat utama.

  1. semua bekerja dan berbuat dengan tulus ikhlas yang itu adalah bukti ruhul jihad.
  2. istiqamah atau terus beramal dan berbuat, tidak berhenti di tengah jalan, apapun tantangannya.
  3. masing-masing berbuat sesuai kemampuan dan tugas yang diamanatkan kepadanya.

Tidak ada komentar:
Tulis komentar