Iklan

19 November 2017

Berhentilah Mengejek SETNOV

 

Saudaraku seiman seagama
Apa kabarmu?
Masihkah kau mengejek Ketua DPR?
Yang mulia, Bapak Setya Novanto?
Masihkah kau menikmati aneka hujatan dan meme?
Puaskah dirimu? Bahagiakah kau?
Memakan daging saudara sendiri?
Hentikan! Tolong hentikan!

Apa sih salahnya sampai dirimu begitu marah?
Apa dia menistakan al-Quran? Kan tidak.
Apa dia menganggap jilbab tidak wajib? Kan tidak.
Apa dia pernah bilang Syiah, PKI, Liberal, Sekuler? Kan tidak.

Dia itu hanya diduga terkait kasus korupsi E-KTP?
Dia itu hanya pejabat publik yang karena khilaf, akhirnya korup?
Itu saja.
Tidak ada larangan agama yang ia langgar.

Bukankah sampai hari ini tidak ada fatwa, bahwa dia penista?
Bukankah sampai hari ini tidak ada aksi berjilid yang melawannya?

Jadi, dia itu tidak menghina agama seperti Ahok?
Lalu, kenapa kalian tega menghinanya?
Dia juga tidak mendatangi kontrakan pezina sehingga tidak perlu ditelanjangi, lalu direkam.

Dia itu hanya ketabrak tiang listrik. Sang tiang pun masih berdiri, malah dia yang terluka parah.
Jadi, apa yang ia rugikan untuk bangsa ini hingga kalian marah?

Saya berharap, berhentilah mengejek Setnov.
Sesama umat, seiman seagama, hentikan menghinanya.
Bukankah selama ini kita terbiasa memaafkan.

"Ah, tidak masalah ditipu asalkan masih seiman seagama".

Begitukan? Iya kan?
Atau ternyata, kita mulai sadar
Bahwa selama ini....
Telah banyak penipu, justru berbaju agama, bahkan seiman seagama.

Tidak ada komentar:
Tulis komentar