Iklan

19 Agustus 2013

Lembaran Hidup Baru

 


Membuka Lembaran Hidup Baru  sering dikaitkan dengan hidup baru seperti saat kita baru kuliah, baru menikah, baru masuk ke perusahaan baru, baru pindah ke rumah baru, memasuki tahun baru, setelah Idul Fitri, dan sebagainya. Ya, itu bisa dikatakan lembaran hidup baru, namun bukan hanya itu. Anda bisa membuka lembaran baru Anda setiap hari. Ya, setiap hari.

Lembaran hidup baru bukan berarti sekedar hidup yang baru atau hidup yang berbeda dengan yang sebelumnya. Membuka lembaran hidup baru bukan hanya setelah terjadi perubahan, justru membuka lembaran hidup baru adalah momen perubahan ke arah hidup yang lebih baik. Bukalah lembaran hidup baru setiap hari agar Anda mendapatkan momen perubahan setiap hari yang artinya perbaikan diri setiap hari.

Membuka Lembaran Hidup Baru Setelah Hari Raya ‘Idul Fitri

Membuka Lembaran Hidup Baru setelah hari raya ‘Idul Fitri adalah momen yang bagus. Tentu saja dengan pemahaman kembali ke fitrah yang benar. Bukan berarti kita bebas lagi berbuat apa saja dengan dalih semua dosa sudah diampuni. Namun ini adalah momen perubahan ke arah yang lebih baik dimana kita sudah melewati masa tarbiyah (pendidikan) dimana kualitas ketaqwaan kita sudah jauh lebih baik.

Ramadhan adalah momen bahwa kita bisa hidup lebih baik. Bukti bahwa kita mampu melakukan kebiasaan-kebiasan yang lebih baik. Jika sudah terbukti mampu, maka saat Ramadhan sudah lewat, tidak ada lagi alasan bagi kita untuk tidak melakukan ibadah-ibadah tersebut. Kita bisa terus ibadah, misalnya, shaum sunah Senin Kamis atau shaum Nabi Daud as, atau paling tidak, kita bisa lebih hemat atau selektif memilih makanan yang halalan thoyyiban. Kita bisa tetap shalat malam, atau sholat sunnah lainnya. Kita bisa tetap rajin shalat berjamaah ke masjid. Dan kita bisa tetap membiasakan tilawah Al Quran setiap hari.

Kadang kita aneh, ada orang yang tidak mau ghibah saat bulan Ramadhan dan dia sanggup, tetapi kembali dilakukan saat ‘Idul Fitri sudah lewat. Ini bukan lembaran hidup baru, justru kembali ke masa lalu yang kelam. Kenapa kita tidak menatap ke depan? Membuka lembaran hidup yang baru yang lebih baik sebagai hasil tarbiyah kita selama bulan Ramadhan.

Membuka Lembaran Hidup Baru Artinya Menutup Lembaran Lama

Tidak peduli bagaimana kelamnya masa lalu, hidup dipenuhi dosa dan kegagalan demi kegagalan, kita bisa menatap masa depan yang lebih baik. Kita harus menutup lembaran lama agar tidak menjadi beban dan memberatkan langkah kita di masa depan. Jika kita terus menatap lembaran lama, maka kita tidak akan ada waktu untuk membuka lembaran baru yang justru ini yang terpenting bagi hidup kita karena kita hanya melangkah ke depan.

Bagaimana pun dosa kita membumbung setinggi gunung, namun Allah Maha Pengampun, jika kita benar-benar taubat, insya Allah, Allah akan mengampuni dosa kita. Sudah banyak dalil-dalil yang menjelaskan bahwa Allah akan mengampuni semua dosa kita.

Karena sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Zumar: 53)

Bahkan jika kita melakukan dosa syirik, kemudian kita berhenti dari kesyirikan tersebut dan berubah mentauhidkan Allah, maka dosa kita pun akan diampuni.

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan: 68-70)

Kuncinya adalah saat kita mati, kita tidak lagi menyekutukan Allah

Siapa yang mati sedangkan ia tidak menyekutukan Allah dengan apapun juga, pasti ia masuk surga. Siapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, pasti masuk neraka.” (HR. Muslim)

Jadi, menutup lembaran lama dari dosa-dosa ialah dengan bertaubat yang sebenar-benarnya.
Kemudian menutup lembaran lama dari kegagalan demi kegagalan ialah dengan melakukan evaluasi atau muhasabah dan memaafkan diri sendiri atau siapa pun yang terlibat atas kegagalan tersebut.

Menjadikan Masa Lalu Sebagai Bekal Masa Depan

Kita menutup lembaran lama agar tidak lagi menjadi beban, namun bukan berarti kita tidak memanfaatkan masa lalu karena semua itu pasti ada hikmahnya bagi kita. Keberhasilan masa lalu, maka lanjutkan dan tingkatkan di masa depan. Kalau pun itu kesalahan dan kegagalan, maka ambilah hikmahnya dan jadikan sebagai bekal untuk masa depan kita. Hikmah dari masa lalu akan menjadikan kita lebih bijak dan pintar dalam mengambil keputusan saat ini.

Tekadkan dan Bertawakal Kepada Allah

Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya. (QS.Ali ‘Imraan:159)

Kita bertekad untuk hidup lebih baik, bertekad untuk meraih pencapaian-pencapaian luar biasa, bertekad untuk meraih prestasi gemilang, bertekad untuk memberikan kontribusi kepada sesama. Tekadkan ….
Kemudian bertawakallah kepada Allah.

Menarik disini, bahwa tawakal diletakkan setelah tekad (azam). Artinya tawakal bukan hanya diletakkan setelah ikhtiar, tetapi juga setelah kita bertekad agar urusan kita menjadi mudah karena pertolongan Allah.

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal. (QS.Ali ‘Imraan:160)

Membuka lembaran hidup baru dengan melepaskan beban dimasa lalu dengan bertaubat dan memaafkan. Kemudian mengambil hikmah dari masa lalu dan menjadikannya sebagai bekal untuk melangkah ke depan. Setelah itu, bulatkan tekad serta bertawakallah kepada Allah.

Tidak ada kata terlambat untuk membuka lembaran hidup baru, semua kita, bisa memulainya sekarang juga.

Tidak ada komentar:
Tulis komentar