25 Januari 2017

Al-Habib KH Said Aqil Siradj

 



Mungkin masih banyak yang tidak tahu atau pura-pura tidak tahu, bahwa Ketua PBNU, Prof. Dr. KH Sa'id Aqil Siradj juga seorang "Habib" alias keturunan (dzurriyah) Rasulullah saw. Ini nih silsilah lengkapnya supaya paham, kalau perlu dihafal, hehehe...

KH. Said Agil Siradj bin KH Agil bin KH Siradj bin KH Said (gedongan) bin KH Murtasim bin KH Nuruddin bin KH Ali bin Tubagus Ibrahim bin Abul Mufakhir (Majalengka) bin Sultan Maulana Mansur (Cikaduen) bin Sultan Maulana Yusuf (Banten) bin Sultan Maulana Hasanuddin bin Maulana Syarif Hidayatulloh (Sunan Gunung Jati) bin Abdullah bin Ali Nurul Alam Syeh Jumadil Kubro bin Jamaludin Akbar Khan bin Ahmad Jalaludin Khan bin Abdullah Khan bin Abdul Malik al-Muhajir (Nasrabad India) bin Alawi Ammil Faqih ( Hadrulmaut) bin Muhammad Shohib Mirbat Ali Kholi' Qosam bin Alawi atsani bin Muhammad Shohibus Saumi'ah bin Alawi Awwal bin Ubaidillah bin Ahmad Al Muhajir bin Isa ArRumi bin Muhammad an Naqib bin Ali 'Uraidhi bin Ja'far as Shodiq bin Muhammad al Baqir bin Ali Zaenal Abidin bin Husein As-Sibth bin Ali bin Abi Thalib wa Fathimah Az-Zahra Ra binti Sayyidina wa Maulana Rasulullah Muhammad SAW.


Menurut versi lain (yang lebih shahih), yakni menurut ketua Naqobah kesultanan Banten (Zein Sempur Al bakri). KH Said Aqil Siraj adalah keturunan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati Cirebon) melalui jalur nasab Kraton Gebang Ilir Kuningan Cirebon.. bukan melalui jalur sultan Banten seperti yang banyak beredar di dunia maya. Nasab KH Said Aqil Siraj yg benar adalah sbb:

• Nabi Muhammad SAW
• Fatimah Az-Zahra
• Al-Imam Sayyidina Hussain
• Sayyidina ‘Ali Zainal ‘Abidin bin
• Sayyidina Muhammad Al Baqir bin
• Sayyidina Ja’far As-Sodiq bin
• Sayyid Al-Imam Ali Uradhi bin
• Sayyid Muhammad An-Naqib bin
• Sayyid ‘Isa Naqib Ar-Rumi bin
• Ahmad al-Muhajir bin
• Sayyid Al-Imam ‘Ubaidillah bin
• Sayyid Alawi Awwal bin
• Sayyid Muhammad Sohibus Saumi’ah bin
• Sayyid Alawi Ats-Tsani bin
• Sayyid Ali Kholi’ Qosim bin
• Muhammad Sohib Mirbath (Hadhramaut)
• Sayyid Alawi Ammil Faqih (Hadhramaut) bin
• Sayyid Amir ‘Abdul Malik Al-Muhajir (Nasrabad, India) bin
• Sayyid Abdullah Al-’Azhomatul Khan bin
• Sayyid Ahmad Shah Jalal @ Ahmad Jalaludin Al-Khan bin
• Sayyid Syaikh Jumadil Qubro @ Jamaluddin Akbar Al-Khan Al Husein bin
• Sayyid ‘Ali Nuruddin Al-Khan @ ‘Ali Nurul ‘Alam
• Sayyid ‘Umdatuddin Abdullah Al-Khan bin
• Sunan Gunung Jati @ Syarif Hidayatullah Al-Khan
• Pangeran Pasarean @ Pangeran Muhammad Tajul Arifin
• Pangeran Dipati Anom @ Pangeran Suwarga @ Pangeran Dalem Arya Cirebon
• Pangeran Wirasutajaya ( Adik Kadung Panembahan Ratu )
• Pangeran Sutajaya Sedo Ing Demung
• Pangeran Nata Manggala
• Pangeran Dalem Anom @ Pangeran Sutajaya ingkang Sedo ing Tambak
• Pangeran Kebon Agung @ Pangeran Sutajaya V
• Pangeran Senopati @ Pangeran Bagus
• Pangeran Punjul @ Raden Bagus @ Pangeran Penghulu Kasepuhan
• Raden Ali
• Raden Muriddin
• KH Raden Nuruddin
• KH Murtasim ( Kakak dari KH Muta’ad leluhur pesantren Benda Kerep & Buntet )
• KH Said ( Pendiri Pesantren Gedongan )
• KH Siraj
• KH Aqil
• KH Said Aqil Siraj ( Ketua PBNU )

Nah, terlepas dari perbedaan versi di atas, tapi jelas kan, bahwa garis nasab beliau ini sambung hingga ke Rasulullah saw. Bahkan, Kiai Sa'id juga keturunan para wali dan ulama top. Namun, seperti kebanyakan kiai dan ulama NU, banyak yang namanya tidak diberi "Habib". Bagi warga NU, guru harus dihormati, entah dia habib atau bukan, bergelar akademik tinggi atau tidak, setiap guru harus dihormati. Inilah akhlaq.

Jika di antara guru, kiai, gus, habib, ustadz terjadi ikhtilaf, warga NU yang awam mesti bersikap "mauquf" alias mendiamkan. Mereka paham bahwa dibalik ikhtilaf mesti ada rahmat. Nah, rahmat inilah yang perlu dipetik hikmahnya. Paham kan?

Kalau belum, saya beri ilustrasi. Jika ada supir truk bertengkar dengan supir truk tentang mesin truk, maka tukang becak yang masih unyu-unyu, masih belajar bersurban dan bisanya teriak "Takbir", apalagi masih muallaf, maka lebih baik ngak usah ikut-ikutan!!! Apalagi, bergaya "keutem" (bahasa Ngalam) dan toro' bunte' (bahasa Arudam) ikut menghujat dan mensigma sesat, kafir, liberal, pro-asing, dls.

Jadi, mending belajar lagi dan banyak baca. Jika ada berita negatif, biasakan segera tabayyun (klarifikasi). Jangan lupa, check and recheck terus supaya tidak termakan hoax. Perlu diketahui, dari dulu Ketua PBNU terus digoyang dan difitnah, baik dari dalam maupun luar NU. Dulu Gus Dur, sekarang Kiai Sa'id. Tapi ingat, itu semua tidak menyurutkan warga Nahdliyyin dalam menghormati para ulama.

Akhlaq dan keyakinan warga NU ini demi menjaga keutuhan hidup berbangsa dan bernegara. Jadi, demi kepentingan yang lebih urgen, lebih besar dan lebih mulia. Bukan atas dasar nafsu dan kepentingan politik sesaat, apalagi untuk gagah-gagahan. Paham? Kalau masih belum, ya gak papa, la wong NU-nya masih perlu garisan supaya lurus. Atau, kalau belum ngerti ya mungkin karena terlalu lama di bumi datar. Sekali-sekali lihatlah lambang NU yang ada bumi bulatnya, hehehe...

Salam Satu Jiwa

10 komentar:
Tulis komentar
  1. Dari buku karangan Prof.H.S.Taharick Chehab, tidak ada marga Siradj yang merupakan keturunan Hasan bin Ali bin AbiThalib ataupun keturunan Hussein bin Ali bin Abi Thalib.
    Yang merupakan keturunan mereka, sebagai cucu Nabi Muhammad melalui Fatimah istri Ali bin Abi Thalib didunia disebut sebagai Alawiyn.
    Ada 75 marga yang masuk Alawiyn, diantaranya Chehab, Syihab, Al Atas, Alhabsyi, Al Jamalullail, Ba Abud, Ba Hasyim, Bin Smith, Al Mudhar dsb dsb. Tidak ada marga Siradj dalam daftar itu.
    Padahal gelar Habib itu hanya disematkan pada keturunan Nabi tersebut, sehingga Agil Siradj bukan keturunan Nabi. Kalau dia mengaku2 keturunan Nabi melalui jalur Fathimah itu, maka ia telah berdosa besar, bernasab pada orang yang bukan ayahnya (keturunannya).
    Pengarang ini jangan ngarang2 sendiri, tanya sama Aqil Siradj, apa dia mengaku Habib?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada habib yg tak mau dipangil habib Prof. Dr. AG. H. Muhammad Quraish Shihab, M.A.

      Hapus
    2. Kalau beliau jelas ada nama family of namenya yakni shihab. Itu jelas kaum alawiyyin. Kecuali beliau tidak mau pakai kata shihabnya. Setiap keluarga alawiyyin memiliki fams. Kalau antum mau tau lebih jelas datang ke rabitha alawiyyin. Disana lengkap semua nasab para alawiyyin dari yang pertama datang ke indonesia. Terimakasih.

      Hapus
    3. Siroj itu diambil dari nama bapanya yaitu kk.aqil siroj .saya tanya mas kalau sunan gunung jati apa marganya padahal beliau keturunan nabi? Lihatlah nasabnya jangan terpaku pada satu sisi mas.. ,salam adem mas heheh

      Hapus
  2. Mas Zainal Ilyas ente ni bodoh skli masa nama siradj ente kira itu marga/fam kaum alawiyyin hahaha����.siradj itu nama belakang beliau yg di ambil dr nama orang2 tua beliau jd bkn fam/marga itu.dan beliau itu memang bnr keturunan wali songo yakni melalui jalur Sunan Gunung Jati dan semua para wali songo itu adlh6666& habaib termasuk sunan gunung jati maka sdh otomatis beliau pun seorang habib/sayid yg mastur/menyembunyikan sttus jati diri yg sesungguhnya.dan yg begini ni di Nu itu banyak bngt.jd klo anda tdk tau akan nasab asal usul seseorang mending ente diam aja dan nyimak biar nambah2 ilmu dikit biar gak keliatan bodohmu dan iri dengki hatimu yg busuk pd beliau.

    BalasHapus
  3. Zinal Ilyas klo ente gak percaya jg silahkan tanya aja ke Maulana Habib Luthfi bin Yahya bnr gak nasab beliau itu krn Habib Lutfi adlh seorang yg pakar sejarah islam jg tentang walisongo dan keturunan2nya yg banyak skli di tanah jawa terutama para kiyai2 yg berada dlm wadah organisasi keislaman NU yg hampir semua masih zuriah dr Wali Songo...

    BalasHapus
  4. Kebanyakan makan buaya kali

    BalasHapus
  5. Kyai said sangat Alim sekali beliau berani ambil resiko tdk populer demi membentengi umat dari ajaran keras yg mudah membid'ahkan bahkan mengkafirkan sehingga banyak orang yg tdk sefaham dgn beliau, dan kalau ada yg ikut2an memusuhi beliau padahal tdk mengenal kyai said bisa jadi karema korban media hoax yg gencar memusuhi beliau mulai tuduhan antek syiah dll, saran saya tabayun lah mumpung beliau masih ada kenal lah agar tau bagaimana ke alimanan beliau, saya bukan siapa2 nya beliau apalagi di jam'iyah nu yg luar biasa selalu mengajarkan islam yg rahmat bukan cuma buat umat islam tapi buat semua umat, saya hanya bagian dari masyarakat yg berusaha belajar berahlaq yg benar seperti ahlaq yg mulia nabi SAW, waulohu'alam

    BalasHapus
  6. Memahaminya sebagai ilmu jauh lebih benar dari pada berujar tanpa ilmu.

    BalasHapus
  7. Al Habib Al 'Allamah Kh sa'id aqil sirodj,, athoolallohu baqooahu fie shihhatin wa 'aafiyatin.. Nata'allam wa natabarrok...

    BalasHapus