Iklan

22 Maret 2024

Puasa itu Perisai

 

 

Puasa itu Perisai


قال الله تعالى:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

(المائدة: ٣٥)

قال رسول الله:

الصَّوْمُ جُنَّةٌ

(حديث متفق عليه)



Maasyiral Muslimin rahimakumullah


Di bulan Ramadan yang mulia ini, mari tingkatkan amal ibadah secara optimal, dengan berpuasa dan melakukan amal ibadah sebanyak-banyaknya, baik amalan wajib maupun sunnah.


Dengan demikian, insya Allah kita akan menjadi hamba Allah yang bertaqwa sesuai dengan tujuan puasa, yakni agar kita bertaqwa. Sebab, dengan taqwa, kita akan meraih kemuliaan di sisi Allah SWT.


Allah telah memberi kita kesempatan berupa bulan Ramadan. Ini kesempatan yang emas yang tak ternilai harganya. Maka, sangat rugi orang yang tidak berpuasa dan tidak mau berubah menjadi lebih baik.


Maasyiral Muslimin rahimakumullah


Agama Islam yang kita Yakini dan Imani, laksana bangunan yang memiliki rukun. Rukun artinya tiang. Jika rukun-rukunnya kuat, bangunan agama kita juga kuat. Syahadat, shalat, puasa, zakat, haji adalah rukun yang memperkuat agama yang kita Imani dari lahir hingga kita nanti kembali kepada Allah.


Nabi Muhammad SAW pernah bersabda dengan sabda yang pendek, tapi maknanya sangat dalam dan luas. Beliau bersabda:

 الصَّوْمُ جُنَّةٌ

“Puasa adalah perisai”.


Puasa yang kita jalani di bulan Ramadan laksana perisai, benteng, pagar yang menjaga bangunan agama agar kuat, tidak mudah roboh dan diserang musuh.

Siapa musuh kita? tentu saja adalah setan. Allah berfirman: 


يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الأرْضِ حَلالا طَيِّبًا وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal dan baik dari apa saja yang ada di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. [Al-Baqarah :168]


Maasyiral Muslimin rahimakumullah


Ayat ini jelas memberi kita informasi penting bahwa setan adalah musuh kita yang nyata. Setan dapat menjerumuskan manusia dan membuatnya rusak jiwa raga. Dengan segala tipu dayanya, setan akan mengajak manusia hidup sengsara di dunia dan di akhirat masuk neraka.


Lalu, bagaimana cara setan merusak manusia? darimana jalurnya? lewat jalan mana setan merusak manusia?


Dalam sebuah hadis, Nabi menjelaskan.


عَنْ صَفِيَّةَ أُمِّ الْمُؤْمِنِيْنَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِيْ مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ. (أخرجه البخاري ومسلم). 


Artinya, "Diriwayatkan oleh Ibunda Shafiyyah ra, Rasulullah saw bersabda, "Sungguh setan itu masuk ke dalam jiwa manusia melalui aliran darah.” (HR Al-Bukhari dan Muslim).


Bagaimana bisa setan masuk ke tubuh manusia melalui jalan peredaran darah? Perlu kita tahu, alat peredaran tergantung pada bahan bakarnya. Bahan bakar itu adalah makanan dan minuman yang kita konsumsi. Oleh sebab itu, pintu utama setan masuk ke tubuh manusia adalah mulut. Laksana benteng, maka pintu gerbangnya adalah mulut kita.


Maasyiral Muslimin rahimakumullah


Dari mulutu ini, setan menggunakan dua jalur utama, yaitu makanan dan komunikasi verbal.


Pertama, melalui makanan dan minuman yang haram, tidak halal, atau bahkan makanan yang tidak disyukuri, tidak diawali dan diakhiri doa. 


Kedua, melalui kata-kata yang keluar dari mulut seperti berbohong, adu-domba, umpatan, hinaan, menggunjing saudaranya, memfitnah, dan sebagainya.


Oleh sebab itu, agar pintu gerbang benteng kita atau mulut kita terjaga, aman, kuat, kokoh, maka disyariatkan ibadah puasa. Salah satu tujuannya agar manusia terhindar dari setan, dari kesesatan dan kerusakan.


Hal ini ditegaskan oleh Imam Izzuddin Abdissalam, dalam kitabnya, Maqasidus Shaum.


اَلصَّوْمُ قَهْرٌ لِلشَّيْطَانِ. فَإِنَّ وَسِيْلَتَهُ إِلَى الْإضْلَالِ وَاْلإِغْوَاءِ: الشَّهَوَاتُ، وَإِنَّـمَا تَقْوَى الشَّهَوَاتُ بِاْلأَكْلِ وَالشًّرْبِ. وَالصَّوْمُ يُضَيِّقُ مَجَارِي الدَّمِ، فَتَضِيْقُ مَجَارِي الشَّيْطَانِ، فَيُقْهَرَ بِذَلِكَ   

“Puasa adalah Qahrun (cara menaklukkan) setan. Karena, jalan setan dalam menyesatkan dan menggoda (manusia) adalah hawa nafsu. Sedangkan hawa nafsu dikuatkan dengan makan dan minum.

Puasa mempersempit aliran darah, sehingga jalan-jalan masuknya setan ke dalam tubuh menyempit. Dengan cara itu, setan bisa dikalahkan."   


Maasyiral Muslimin rahimakumullah


Sebagai umat Islam, kita tentu memahami bahwa puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, akan tetapi juga merupakan latihan spiritual untuk membentengi diri kita dari godaan setan, sekaligus mendekatkan diri kita kepada Allah.   


Karena itu, Rasulullah sangat ketat dalam hal manajemen makan dan minum. Beliau ingin sekali memastikan bahwa makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita bebas dari setan.    


Nabi Muhammad SAW sering menegur orang yang makan dan minum menggunakan tangan kiri karena cara tersebut adalah cara makan setan. 


Nabi juga menegur keras anak-anak hingga orang dewasa yang kedapatan makan secara terburu-buru sehingga tidak menyebut nama Allah dalam makanannya itu. 

Nabi juga pernah tertawa bahagia ketika melihat setan memuntahkan kembali makanan yang dibacakan nama Allah di suapan terakhirnya.


Maasyiral Muslimin rahimakumullah


Begitu sistem penjagaan dan perlindungan yang Allah berikan kepada orang yang berpuasa. Sistem ini, terlihat sederhana, melalui manajemen makanan, bukan sekedar soal pola makan, kandungan gizi, melainkan juga kehalalan, dan juga spiritualitas makanan dan minuman.   


Lebih dari itu, puasa juga mengajarkan kita untuk mengendalikan lidah kita dalam berkomunikasi. 


Dengan menahan diri dari berkata-kata yang tidak bermanfaat atau menyakiti orang lain, kita dapat menjaga diri kita dari godaan setan yang masuk melalui komunikasi. 

 

 Sekali lagi, setan akan masuk melalui komunikasi buruk seperti penghinaan, caci maki, kata-kata kotor, hasud, adu domba, ghibah, menyebarkan isu yang tidak jelas kebenarannya. Semua itu bersumber dari lisan, melalui komunikasi.   


Dengan puasa, keselamatan kita terjaga. Sebab, omongan yang tidak berguna berpotensi besar mengganggu diri dan orang lain. Rasulullah bersabda:


   الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ (رواه مسلم). 

“Disebut Muslim sejati adalah ketika orang-orang muslim lain selamat dari lisannya.” (HR Muslim).   


Para ulama kita dulu selalu mengingatkan:

سَلَامَةُ الْإِنْسَانِ فِيْ حِفْظِ اللِّسَانِ   

“Keselamatan manusia itu tergantung pada kemampuannya menjaga lisan.”


Maasyiral Muslimin rahimakumullah


Mari kita tetap sabar berpuasa, puasa tidak makan dan minum, puasa dari kata-kata kotor dan komunikasi yang negatif.


Dengan cara ini, puasa kita akan menyelamatkan kita dari godaan setan dan segala pengaruh buruk yang menghambat kita dalam meraih kebahagiaan dan cita-cita.


Semoga puasa dan semua amal ibadah kita diterima Allah. Ramadan tahun ini lebih baik dari sebelumnya, dan semoga kita selalu diberi sehat dan Panjang umur dalam berkah dan ridha Allah. Amin. 

بارك الله لي ولكم في القرآن، ونفعني وإياكم بالآيات والذكر الحكيم، وتقبل مني ومنكم تلاوته إنه هو السميع العليم.

Tidak ada komentar:
Tulis komentar