Iklan

18 Juni 2012

Jin Masjid

 


Di masjid ada jin, benarkah? Kita boleh percaya, boleh tidak. Namun yang pasti, seperti halnya manusia, jin juga makhluk Allah. Bagi banyak orang, jin itu gaib karena tidak bisa ditangkap panca indera. Tapi, bagi sebagian orang, tidak gaib sebab ia bisa dilihat penampakannya atau dirasakan kehadirannya.

Benarkah ada hubungannya antara masjid dan jin?

Di kota Mekah, ada sebuah masjid yang diberinama "Masjid Jin". Konon, masjid ini dibangun tepat pada lokasi dimana Rasulullah saw ditemui sekelompok jin sebagaimana diceritakan dalam al-Quran surah al-Jin. Ketika itu, Nabi sedang membaca al-Quran. Tiba-tiba, sekelompok jin datang dan mendekat untuk mendengarkan lantunan ayat suci al-Quran. Karena mereka kagum, lantas menyatakan iman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kisah itu membuktikan bahwa jin bisa saja datang dan dilihat oleh manusia. Lantas, apa memang benar di masjid ada jin? Wallahu A'lam. Namun, di beberapa masjid, mushalla atau langgar, menurut pengakuan sebagian jamaah yang pernah melihat dan merasakan keberadaannya, mengakui bahwa di tempat-tempat suci itu pun juga ada jin yang datang atau bahkan menetap, beri'tikaf.

Di Masjid Muritsul Jannah Kotalama Malang, bagi sebagian warga yang dulu pernah mengalami, mengaku juga ada jin di sana. Masjid yang telah berdiri sejak 1965 ini, dahulu masih berada di tengah perkampungan yang dikenal angker pula. Sehingga, tidak mengherankan bila ada berita tentang jin di masjid tersebut.

Kini, masjid itu tetap berada di tengah kampung yang padat penduduk. Sudah jarang ada warga yang mengaku melihat atau merasakan ada jin di sana. Selain itu, ramainya aktivitas warga di kampung, juga mengurangi intensitas berita-berita tentang alam gaib ini. Namun, bukan berarti di masjid tersebut "bebas" jin. Sebab, bisa saja masih ada, hanya keberadaannya tidak terlihat dan belum ditangkap indera manusia.

Cerintanya, pernah ada beberapa pemuda sedang ngobrol di teras Masjid Muritsul Jannah. Tiba-tiba, tanpa disangka, beduk besar yang tergantung di langit-langit masjid, berbunyi sekeras-kerasnya tanpa ada seorang pun yang menabuhnya. Sontak saja, para pemuda itu ketakutan dan lari tunggang langgang.

Ada juga sebuah cerita tentang seorang anak, sebut saja namanya Irul yang sedang tidur di dalam masjid. Melewati tengah malam, anak itu terbangun. Betapa kagetnya si Irul ini saat kedua matanya melihat ke kaca masjid. Sebab, tampak di kaca itu sebuah wajah besar yang memenuhi ukuran kaca. Sambil berteriak dan menangis ketakutan, anak itu langsung lari terbirit-birit.

Yang lebih ekstrem lagi, dulu saat masjidnya masih kecil, belum selebar sekarang, ada seorang pemuda sedang tidur terlelap bersama beberapa rekannya di dalam masjid. Saat terbangun, pemuda itu sungguh tidak menyangka, ia sudah ada di kamar mandi masjid. Ketika ia melihat ke samping kanan-kiri, tidak ada lagi temannya. Yang ada, hanya bak mandi. Tanpa dikomando lagi, pemuda malang itu langsung kabur pulang ke rumahnya.

Kisah-kisah aneh bin ajaib di atas, telah menjadi cerita umum di kalangan jamaah Masjid Muritsul Jannah sehingga keyakinan adanya jin di masjid itu hingga kini masih kuat di kalangan mereka. Selain cerita di atas, masih banyak cerita lain yang dituturkan beberapa warga tentang keberadaan jin penghuni Masjid Muritsul Jannah.

Pengalaman dari cerita ini, boleh dipercaya boleh tidak. Keberadaan jin di masjid itupun, boleh dipercaya boleh tidak. Tapi, sekali lagi, yang patut dicamkan adalah bahwa jin itu ada. Ia makhluk Allah sebagaimana manusia. Jin bisa berada di mana-mana, bahkan di masjid sekalipun.

Bagi beberapa orang, bahkan ada yang percaya bahwa sebuah masjid yang didalamnya masih ada unsur mistik, keanehan atau keunikan, hal itu justru menunjukkan kehebatan masjid tersebut. Sama halnya dengan benda antik lain, berarti masjid tersebut memiliki ioni atau kekuatan magic yang nilai tinggi.

Tidak ada komentar:
Tulis komentar